Pengobatan Epilepsi

Penatalaksanaan epilepsi dapat berupa konservatif (obat-obatan) dan terapi operatif. Pemilihan obat untuk epilepsi ditentukan oleh jenis kejang dan juga berdasarkan gangguan penyerta yang ada pada pasien tersebut misalnya retardasi mental atau depresi.

Obat asam valproat atau fenobarbital umumnya lebih efektif untuk epilepsi generalisata. Obat epilepsi lainnya antara lain fenitoin, karbamazapin, etoksuksimid, primidon dan klonazepam.

Penambahan obat diberikan bila monoterapi gagal untuk mengatasi serangan kejang. Adapun tujuan umum pemberian terapi obat antikonvulsan adalah mengupayakan dosis yang konstan dalam serum darah, dimana hal ini terutama ditentukan oleh waktu paruh obat yang sangat bervariasi antara satu pasien dengan lainnya.

Pada beberapa orang yang menderita penyakit epilepsi atau kejang-kejang ada yang memiliki perilaku kasar. Perilaku kasar adalah setiap perilaku yang menyebabkan orang lain merasa terganggu baik secara fisik maupun mental.

Pengobatan konservatif yang dapat diberikan antara lain dengan menggunakan obat benzodizepam, obat antipsikotik seperti haloperidol, risperidone, dan olanzapine. Pada kasus-kasus dimana pengobatan konservatif tidak terlalu membantu, maka dapat dipertimbangkan dengan tindakan operasi. Tindakan yang mungkin dilakukan adalah anigdalotomi dan hipotalamotomi posteromedial dengan tingkat keberhasilan sekitar 80 %.


=====================================

>>> Kapsul Herbal Obat Epilepsi Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Obat Epilepsi and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>