Pemeriksaan Epilepsi

Pemeriksaan epilepsi dapat dilakukan setelah anak anda mengalami kejang-kejang lebih dari 2 kali. Faktor penyebab penyakit epilepsi ini salah satunya adalah faktor genetik. Faktor genetik ini merupakan faktor yang mempunyai peran yang penting teritama pada kasus-kasus epilepsi yang muncul. Penyakit epilepsi atau penyakit ayan pasca trauma cenderung mempunyai riwayat keluarga khususnya seorang ibu yang menderita epilepsi. Faktor genetik juga sangat berperan penting pada anak-anak yang menderita kejang demam.

Pemeriksaan epilepsi yang dilakukan untuk penunjangan  yang dapat antara lain :

– EEG(Electroencephalography), pemeriksaan yang dilakukan untuk mengukur implus di dalam otak. Pemeriksaan EEG cukup membantu dalam melakukan konfirmasi diagnosa epilepsi, namun sebaliknya banyak pula kasus epilepsi yang EEGnya normal. Hal ini disebabkan karena pada pemeriksaan EEG rutin biasanya 20-30 menit saja dan waktu tersebut tidak cukup lama untuk mendeteksi bangkitan episodik serangan kejang.

Pemeriksaan epilepsi lainnya yang dapat dilakukan adalah CT Scan dan MRI, 

Selain itu, kadang-kadang fokus epilepsi berada jauh di dalam otak sehingga tidak terekam pada EEG yang hanya ditempelkan pada kulit kepala. Semua kasus dengan riwayat kejang umumnya memerlukan pemeriksaan CT Scan atau MRI untuk menentukan adanya kelainan struktur otak.

Pemeriksaan punksi lumbal dan nalaisi umumnya tidak perlu dilakukan (sebagai evaluasi awal) pada kasus kejang, kecuali bila ada alasan khusus.

Gejala Awal Penyakit Epilepsi

  1. Kejang umum. Kejang yang melibatkan semua daerah otak. Kejang ini disebut juga dengan kejang grand mal. Penderita penyakit epilepsi yang mengalami kejang ini mungkin akan menanggis atau membuat suara.
  2. Tidak sadar. Tidak sadar atau kejang mel petit yang merupakan kejang yang paling umum dialami pada masa anak-anak. Apabila penderita mengalami kejang ini mungkin ia akan mengalami penurunan kesadaran yang berupa tatapan mata yang kosong, melakukan gerakan berkedip atau gerakan kecil yang berulang, atau dapat juga terjati kejang yang singkat.
  3. Kejang parsial. Kejang ini juga sering disebut dengan kejang lokal yang hanya melibatkan sebagian dari otak, sehingga hanya begian tubuh tertentu yang akan dipengarui oleh otak. Seperti halnya jika otak yang mengendalikan tangan yang terlibat, maka hanya tangal saja yang akan menunjukkan gerakan tersentak.

Dilihat dari gejala yang muncul ada baiknya anak segera dibawa kerumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan epilepsi dan perawatan serta obat penyakit ayan atau epilepsi untuk membantu mengurangi kejang akibat dari penyakit epilepsi yang terjadi.

Pemeriksaan Epilepsi

Pemeriksaan yang dilakukan pada pasien penderita epilepsi yang akan dilakukan adalah :

1. Pemeriksaan epilepsi dengan melihan keadaam umum. Pada pasien yang mengalami penyakit epilepsi ini sewaktu dilakukan pengkajian biasanya akan mengalami kejang dan kesadaran compos mentis.

2. Pemeriksaan antropomeri. Pemeriksaan dengan cara ini ditujukan untuk mengetahui berat badan dan tinggi badan. Karena pada penderita penyakit epilepsi biasanya ada yang mengalami retradari mental sehingga tak jarang tubuh akan mengalami kelainan, kemungkinan kelainan yang terjadi seperti tubuh anak yang menjadi lebih pendek dibandingkan dengan anak-anak seusianya.

3. Pemeriksaan epilepsi umum. Pada pemeriksaan umum ini bagian tubuh yang biasa akan dilakukan pemeriksaan meliputi :

  • Pemeriksaan kepala dengan melihat ukuran dari kepala pasian, kesimetrisan, distribusi rambut, dan lingkar kepala pasien. Pada pasien penderita penyakit epilepsi biasanya klien mengeluhkan nyeri oleh karena adanya spasme atau penekanan pada tulang tengkorak akibat peningkatan TIK sewaktu kejang
  • Pemeriksaan mata dengan memeriksan ketajaman penglihatan, gerakan ekstra ocular, kesimetrisan, penglihatan warna, warna konjungtiva, warna sclera, pupil, reflek cahaya kornea. Pada penderita epilepsi biasanya akan cenderung seperti melotot bahkan pada sebagian anak lensa mata dapat terbalik sehingga pupil tidak Nampak.
  • Pemeriksaan epilepsi pada hidung seperti fungsi penciuman, kesimetrisan, amati ukuran dan bentuk, kebersihan dan epitaksis. Pada penderita epilepsi jarang di temukan kelainan yang terjadi pada hidung.
  • Pemeriksaan pada mulut meliputi : pemeriksaan bibir terhadap warna, kelembaban, lesi, gusi, lidah dan dalam palatum terhadap kelembaban, pendarahan, jumlah gigi dan tonsil. Pada penderita epilepsi biasanya ditemukan adanya kekakuan pada rahang.
  • Pemeriksaan pada telinga seperti: hygiene, kesimetrisan, ketajaman pendengaran.
  • Pemeriksaan pada leher seperti : pemeriksaan gerakan kepala ROM (Range Of Motion), pembengkakan dan distensi vena. Pada sebagian penderita epilepsi juga ditemukan kaku kuduk pada leher.
  • Pemeriksaan pada dada seperti : dilihat dari kesimetrisan dada, amati jenis pernafasan,   amati kedalaman dan regularitas, bunyi nafas dan bunyi jantung.
  • Pemeriksaan pada abdomen seperti : pemeriksaan yang dilakukan untuk memeriksa warna dan keadaan kulit abdomen, auskultasi bising usus, perkusi secara sistemik pada semua area abdomen, palpasi dari kuardan bawah keatas. Pada penderita epilepsi biasanya terdapat adanya spasme abdomen.
  • Pemeriksaan Ekstermitas bagian atas seperti : kesimetrisan, antara tangan kanan dan kiri, kaji kekuatan ektermitas atas dengan menyuruh anak meremas jarinya. Pada penderita epilepsi biasanya terdapat aktivitas kejang pada ekstermitas. Bawah seperti : pengkajianya meliputi kesimetrisan antara kaki kanan dan kiri, kaji kekuatan ektermitas bawah. Pada penderita epilepsi biasanya terdapat aktivitas kejang pada ekstemitas yang dapat diberikan obat ayan atau epilepsi untuk mengurangi kejang.
  • Pemeriksaan epilepsi pada genetalia seperti ; pemeriksaan kulit sekitar daerah anus terhadap kemerahan dan ruam, pemeriksaan anus terhadap tanda-tanda fisura, hemoroid, polip, atresia ani

Pemeriksaan Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap


=====================================

>>> Kapsul Herbal Obat Epilepsi Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Obat Epilepsi and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *