Obat Epilepsi Pada Anak

Obat Epilepsi Pada Anak seperti obat anti-kejang dapat anda berikan pada anak anda yang menderita penyakit epilepsi.Definisi istilah merupakan hal yang penting bila membahas penyakit epilepsi dan penyebab lain kehilangan kesadaran sementara pada anak. Diagnosisi penyakit epilepsi mempunyai implikasi medis dan sosial yang besar. Namun, banyak kasus diagnosisnya salah dan regimen obat yang diberikan tidak sesuai.

Epilepsi secara tidak langsung adalah gangguan otak yang mengahasilkan pelepasan impuls secara paroksismal dan berulang kali menyebabkan epilepsi. Diagnosis epilepsi hanya dapat ditegakkan bila telah terjadi lebih dari satu serangan epilepsi. Seorang anak yang hanya mengalami satu kali kejang tidak dapat dikatakan telah menderita epilepsi karena ia mungkin tidak akan pernah mengalami kejang lagi. Pravalensi epilepsi diantara anak-anak sekolah adalah 8 dari 1000 anak.

Obat anti epilepsi dimakan setiap hari untuk mencegah serangan epilepsi. Karena obat anti epilepsi mungkin perlu dikonsumsi bertahun-tahun, dokter akan mempertimbangkan usia dan gaya hidup anak dalam mengeluarkan resep.

Bagaimana tubuh menyerap dan mengeluarkan obat dalam tubuh berubah seiring usia. Untuk anak berusia di bawah 12 tahun, biasanya dosis obat disesuaikan dengan berat badan, dan meningkat seiring usia. Untuk anak di atas 12 tahun, biasanya dosisnya sama dengan orang dewasa.

Orang yang baru didiagnosa epilepsi disarankan untuk mengkonsumsi 1 macam obat ayan saja (disebut monotherapy). Jika jenis obat harus diubah, transisinya harus dilakukan dengan perlahan-lahan. Jika anak tetap mengalami kejang mencoba obat jenis kedua, dokter mungkin akan melakukan diagnosa ulang sebelum meresepkan obat baru.
Jika satu macam obat tidak dapat mengontrol serangan, dokter mungkin menambahkan obat kedua, sehingga anak mengkonsumsi 2 macam obat setiap hari (disebut polytherapy).

Gejala Klinis dari Penyakit Epilepsi:

  • Gejala kejang yang terjadi secara spesifik, tergantung pada jenis kejang. Jenis kejang yang terjadi pada setiap pasien dapat bervariasi, namun cenderung sama.
  • Kejang kompleks parsial yang dapat terjadi gangguan parsial.
  • Kejang absens yang mempunyai efek yang ringan dengan gangguan dan terjadinya kehilangan kesadaran.
  • Kejang tonik klonik yang pada umumnya mempunyai episode kejang-kejang yang lama dan dapat terjadi kehilangan kesadaran.
  • Somatosenori atau motor fokal yang terjadi pada kejang kompleks parsial.

Obat Epilepsi pada anak.

1. Fenitoin. Fenitoin merupakan obat anti epilepsi pilihan pertama yang digunakan untuk kejang umum, kejang tonik-klonik, dan pencegahan kejang pada pasien penderita penyakit epilepsi terutama kepala / bedah syafar. Obat epilepsi pada anak ini memiliki dosis awal penggunaan fenitoin 5 mg/kg/hari dan untuk dosis pemeliharaan 20 mg/kg/hari.

2. Primidon yang merupakan obat epilepsi pada anak untuk terapi kejang parsial dan kejang tink-klonik.Primidon mempunyai efek terjadinya penurunan pada neuron ekssitatori. Dosis yang digunakan untuk obat ini adalah 100-125 mg yang dikonsumsi 3 kali sehari. Efek samping yang mungkin muncul akibat konsumsi obat ini adalah pusing, mengantuk, kehilangan keseimbangan, perubahan perilaku, kemerahan pada kulit, dan impotensi.

3. Asam valproat. Obat epilepsi pada anak yang satu ini digunakan untuk pilihan pertama saat melakukan terapi kejang parsial, kejang absens, kejang mioklonik, dan kejang tonik-klonik. Obat ini berguna untuk meningkatkan GABA dengan menghambat degradasi sintesis GABA. Penggunaan dosis dari Obat Epilepsi Pada Anak ini adalah dengan 10-15 mg/kg/hari. Efek samping yang mungkin timbul akibat obat asam valptroat ini adalah gangguan pencernaan, muntah, mual, dan peningkatan berat badan.

4. Lamotrigin, merupakan obat epilepsi pada anak yang termasuk jenis obat generasi baru dengan spektrum luas yang memiliki efekasi pada kejang parsial dan epilepsi umum. Dosis yang digunakan untuk mengkonsumsi Obat Epilepsi Pada Anak ini adala dengan 25-50 mg/hari. Penggunaan obat ini biasanya dapat ditoleransi pada pasien anak-anak, dewasa, dan pasien geriatri. Efek samping yang munkin ditimbulkan oleh penyakit ini adalah sakit kepala, pusing, goyah ( tidak dapat untuk berdiri tega).

Penegakan Diagnosis

Penegakan diagnosis yang mungkin dapat dilakukan untuk pemeriksaan penyakit epilepsi adalah :

1. EEG ( electroencephalogram). Pemeriksaan ini sangat berguna dalam diagnosis berbagai macam jenis epilepsi.

2. EEG mungkin normal pada beberapa pasien yang secara klinis masih terdiagnosis penyakit epilepsi dan membutuhkan waktu yang lama untuk menentukan dosis obat epilepsi pada anak.

3. MRI (Magnetic resonance imaging), alat ini sangat bermanfaat khususnya dalam menggambarkan lubos temporal, Tetapi Ctscan tidak membantu, kecuali dalam evaluasi awal untuk tumor otak pendarahan serebral.

Untuk menegakkan diagnosis penyakit epilepsi ini dapat menyulitkan, dapat sering terjadi kesalahan dalam diagnosis. Dalam sejumlah kondisi penyakit epilepsi ini mungkin akan menunjukkan ciri-ciri dan gejala yang mirip dengan gejala penyakit epilepsi seperti: sinkop, hiperventikasi, migrain, narkolepsi, serangan panik, dan PNES. Sekitar satu diantara lima orang yang berada di klinik epilepsi adalah PNES dan dari mereka yang mengalami gejala PNES sekitar 10 % juga menderita penyakit epilepsi. Memisahkan kedua penyakit tersebut hanya dengan berdaraskan episode kejang saja tanpa melakukan pemeriksaan lebih jauh pada umumnya sangat sulit untuk dilakukan.

Pencegahan Penyakit Epilepsi

Walaupun banyak kasus yang tidak dapat dicegah, usaha yang dapat dilakukan untuk mengurangi cedera kepala, yaitu dengan penanganan yang baik untuk wilayah sekitar kepala saat melahirkan, dan menekan parasit dari lingkungan seperti misalnya salah satunya adalah cacing pita yang dapat memberikan hasil yang lebih efektif. Langkah yang dilakukan di salah satu wilayah untuk menurunkan tingkat infeksi cacing pita yang telah berhasil menurunkan kasus beru epilepsi sebesar 50%.

Obat Epilepsi Pada Anak

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap


=====================================

>>> Kapsul Herbal Obat Epilepsi Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Obat Epilepsi and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *